Tampilkan postingan dengan label Aksara Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksara Mimpi. Tampilkan semua postingan

Pemuda Laskar Pemimpi(n) Masa Depan Nganjuk dan Indonesia


Survei membuktikan bahwa mayoritas orang sukses berasal dari orang-orang yang pernah mengalami kegagalan, kesengsaraan, dan kepedihan. Ibarat kata orang besar tidak dilahirkan dengan cara yang mudah. Tentu berasal dari perjuangan-perjuangan yang besar pula. Mereka adalah orang-orang yang bersedia untuk melampaui mimpinya. Bertekad agar tidak hanya menuliskan namun juga mampu mewujudkan impian. Dengan perjuangan demikian akan menghasilkan pencapaian dengan kepuasan yang sangat berbeda.

Menjadi orang sukses tidaklah mudah. Namun tidak juga sulit bagi orang yang telah memiliki niat. Cukup berupa keniatan dari diri sendiri dan meniatkannya hanya karena Allah. Dengan memulai langkah karena Allah, maka dapat dipastikan Allah akan membantu segala kesulitan yang akan menghadang.

Tidak perlu menunggu tua ataupun lulus sekolah. Meraih kesuksesan harus dimulai dari sekarang. Saat ini. Pada detik ini pula. Takdir orang tidak ada yang mengetahui. So mulailah berjuang sekarang juga.

Bagaimana cara memulainya? Haruskah mencari pekerjaan? Tidak. Banyak jalan untuk meraih kesuksesan. Setelah memantapkan niat dengan benar, langkah selanjutnya adalah melaksanakan tugas. Allah telah memberikan amanah kepada kita agar kita dapat bermanfaat untuk orang lain. Sebagai pemuda, seharusnya kita dapat memaksimalkan tugas pada saat ini. Tugas ini sebagai salah satu realisasi untuk mewujudkan tugas lain yang telah bernaung pada pundak kita. Ya! Tugas tersebut merupakan pemuda sebagai agen perubahan. Pemuda tersebut adalah kita. So, tidak sepantasnya jika kita terus menerus duduk bersantai tanpa berkontribusi apa-apa. Di sinilah ladang perjuangan kita.

Dalam menjalankan berbagai macam tugas tersebut kita memerlukan pedoman yang tepat sebagai penuntunnya. Kebutuhan tersebut telah dipersiapkan oleh Allah untuk kita. Al-Qur’an. Dengan tegasnya dalam Al Qur’an surat Al Maidah:35 yang berarti “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Semua kesulitan yang akan kita lakukan akan terjawab oleh isi kandungan Al Qur’an. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Jika tidak ingin menyia-nyiakan fasilitas berharga tersebut, maka dekatilah. Dekatilah Al Qur’an. Pahamilah. Agar kita dapat memahami makna dalam setiap kandungannya.

Langkah selanjutnya adalah memantaskan diri sesuai isi kandungan Al Qur’an. Pemuda identik dengan kelabilan. Mudah berubah pada hal yang lebih menarik. Salah satunya adalah gaya hidup. Pergantian ke jaman modern sangat berpengaruh cepat bagi kehidupan para pemuda. Mereka berlomba-lomba untuk meng-update segala informasi agar tidak tertinggal dengan temannya. Dengan bekal kepahaman terhadap isi kandungan Al-Qur’an maka kita dapat menyaringnya. Islam tidak melarang penganutnya untuk mengikuti aliran jaman modern. Akan tetapi, islam memiliki batasan. Batasan-batasan tersebutlah yang menjadi penyelamatnya. Kita dapat menjadi pemuda modern akan tetapi tetap sesuai syariat. Menjadi pemuda yang visioner jauh ke depan pada era ini.

Hanya orang bodoh yang mengharapkan hasil berbeda dengan cara yang sama. Dunia ini ibarat lautan yang sedang dipancing. Dan pemancingnya adalah kita. Jika kita mengharapkan hasil pancingan yang lebih, maka kita harus melakukan usaha yang lebih pula. Tidak dengan berdiam diri seperti ketika memancing sebelumnya. Harus ada titik dimana kita memulai. Memulai hal-hal baru untuk menghasilkan karya-karya baru.

Mengerahkan segala ide untuk mendapatkan inovasi baru dalam memancing. Bisa mengubah umpan yang digunakan hingga berpindah lokasi untuk memancing. Seperti hidup kita. Dalam hidup harus ada langkah awal untuk memulainya. Semua bergantung bagaimana kita meniatkannya. Jika kita mengharapkan sesuatu yang baru setidaknya kita harus memiliki inovasi dan ciri khas yang dapat menghantarkan kita pada harapan tersebut.

Hal yang perlu ditekankan dalam mencapai kesuksesan adalah mengubah mindset kita. Dari pemikiran Impossible menjadi I’m possible. Sering muncul pertanyaan apa yang harus didahulukan, melaksanakan amanah dari Allah (Bermanfaat untuk orang lain) atau meraih kesuksesan?. Jawabannya adalah bergantung bagaimana kita memprioritaskannya. Ada orang yang mendahulukan peduli baru sukses. Ada pula yang sebaliknya.

Sesungguhnya hal tersebut bukan menjadi permasalahan. Namun, akan lebih baik jika kita memilih peduli sembari meraih kesuksesan. Dengan Rahmatan lil alamin kita dapat lebih mudah untuk mencapai kesuksesan. Sebab Allah akan menolong orang-orang yang bersedia melaksanakan perintahNya.

Bumi ini tercipta dari kepedulian. Sekolah diciptakan karena kepedulian atas kebodohan, Masjid diciptakan karena kepedulian atas umat islam. Alat transportasi diciptakan karena kepedulian atas kebutuhan manusia. Dan masih banyak lagi bukti bahwa segalanya berawal dari kepedulian.

Itulah berbagai macam kunci kesuksesan yang dapat kita praktekkan. Mulailah dari sekarang sebelum datang waktu penyesalanmu. Menjadi pemuda sebagai agen muslim dan perubahan.
spacer

Pemuda Aktif Pikiran Prestatif


Sumber: macleans.ca
Potensi yang telah dimilikinya seorang pemuda merupakan aset yang sangat berharga. Karena hanya dengan potensi itulah kelak mampu merubah wajah dunia menjadi yang lebih baik. Akan tetapi, potensi tersebut tidak akan berarti jika tidak diasah dengan baik. Mereka perlu mencari bekal untuk mengasah potensi yang ada.

Tekad yang tulus sangat memengaruhi hasil yang akan mereka dapatkan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki niat. Menata niat dengan baik. Dengan niat yang suci, dapat merubah mindset mereka. Ketika melakukan segala aktivitas karena Tuhan (Allah). Bergerak karena Allah merupakan salah satu aspek penting yang harus mereka miliki. Pada hakikatnya manusia hanya dapat merencanakan dan Allah yang akan menentukan. Dengan dasar bergerak karena Allah, apapun yang terjadi akan muncul dalam benak mereka prasangka-prasangka baik kepada Allah. Bukan prasangka buruk yang pasti akan menghentikan niat dalam perjuangan mereka.

Pemuda dituntut untuk berpikir kritis. Mengapa? Karena dalam perjalanannya, pemuda akan menghadapi berbagai rintangan dan tantangan yang harus mereka hadapi. Ketangkasan berpikir sangat dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Dalam menentukan segala keputusan, berpikir kritis pun sangat diperlukan. Mereka harus dapat berpikir ke belakang dan ke depan. Apa yang terjadi setelah mereka memutuskan sesuatu? Bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk melaksanakan keputusannya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab sebelum menentukan keputusan.
Sasaran, resiko, dan konsekuensi. Ketiga hal tersebut merupakan contoh dari penerapan untuk berpikir kritis. Ketika menentukan sebuah keputusan, mereka harus dapat menentukan sasaran, resiko, dan konsekuensi. Namun, ketiga hal tersebut harus sebanding dengan ambisi, kenyataan, dan usaha. 

Ambisi, kenyataan, dan usaha merupakan tiga hal harus seimbang dipikirkan. Terutama dalam meraih mimpi. Ingin melanjutkan pendidikan di Teknik Lingkungan ITS misalnya. Mereka mempunyai ambisi yang kuat. Namun, apakah sudah memenuhi kenyataan yang harus dimiliki agar dapat masuk di Teknik Lingkungan ITS?. Mereka harus memperbanyak wawasan tentang jurusan Teknik Lingkungan dan ITS. Setelah itu, apakah mereka sudah memiliki kriteria yang dibutuhkan?. Jika sudah, apakah usaha yang harus mereka lakukan? Apakah usaha mereka sebanding dengan keinginannya?

Nahh itulah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Jika Teknik Lingkungan ITS memang menjadi impiannya, maka impian tersebut harus mereka perjuangkan. Usaha keras harus mereka lakukan, namun berdoa kepada Allah tetap harus dijalankan. Jika Allah berkehendak, maka segala kemungkinan akan terjadi. Jika Allah meridhoi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di Teknik Lingkungan ITS tersebut, maka Insya Allah mereka akan mampu mewujudkan salah satu mimpinya.

Ketika gelar Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS telah mampu mereka pegang. Sekarang sasaran, resiko, dan konsekuensi dapat mereka praktekkan. Bagaimana cara mempraktekkannya? Banyak sekali hal yang dapat digunakan untuk mempraktekkannya. Salah satunya dalam memilih aktivitas di luar jam kuliah. Misalkan mereka bermimpi untuk menjadi salah satu anggota dari ITS Mengajar. Maka apa sasaran dari aktivitas tersebut? Bagimana resiko yang akan didapatkan? Apa konsekuensi yang harus dilakukan?
  • Tuliskan
  • Buat komitmen
  • Perbanyak motivasi
  • Buat rencana cadangan
  • Do the best
  • Evaluasi
  • Berpikir positif

Layaknya terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang setiap hari, menit, hingga detik menjadi viral hingga penjuru dunia. Pemuda pun mendapat perlakuan hampir sama. Bukan masalah kemenangan di dunia politik. Namun, kesamaan dalam menjadi viral di manapun berada. Mengapa? Pemuda menjadi perbincangan publik karena semangatnya. Semangat yang berkobar membara di setiap jiwa yang ada. Pemuda menjadi harapan seluruh dunia. Uluran tangan yang kuat, pikiran yang cerdas, ide yang kreatif, serta segala potensi yang tidak dimiliki orang lain hanya pemuda yang telah memilikinya.

Sasaran merupakan tujuan untuk melakukan tindakan. Misalkan sasaran menjadi anggota ITS Mengajar adalah mereka ingin melaksanakan tugas mereka diciptakan di muka bumi ini, yaitu dengan bermanfaat untuk orang lain. Resiko merupakan kemungkinan bahaya yang akan terjadi. Risiko yang akan mereka dapatkan adalah berkurangnya waktu belajar. Konsekuensi merupakan akibat yang ditimbulkan dari resiko. Ketika mengikuti pengabdian saat kegiatan ITS Mengajar, pastilah resiko yang akan didapatkan yaitu kurangnya waktu belajar, nahh itu merupakan konsekuensi yang memang harus kita hadapi. Maka sebelum memutuskannya, kita harus berpikir kritis agar tidak merasa dirugikan. Bahkan berusaha agar sama-sama mendapat keuntungan. Bagaimana cara meminimalisir gangguan dalam mencapai sasaran? Caranya cukup mudah, yaitu :

Pemuda aktif berpola pikir prestatif. Mereka yang aktif dalam kebermanfaatan namun, tetap mengutamakan kemampuan. Prestasi merupakan hasil kerja keras yang pantas dihargai. Namun, dalam hal ini bukan hasil yang diharapkan melainkan proses dari hasil yang didapatkan. Agent of change telah berkalung di pundak pemuda. Nasib Indonesia di masa depan, bergantung pada pembawaan dari tangan pemudanya. Rubahan wajah Indonesia berpacu pada uluran pemudanya. So, jika kalian mengaku sebagai pemuda. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Berorientasilah pada tujuan yang cemerlang. Ubahlah wajah Indonesia menjadi ternama di mata dunia.
spacer

Pejuang UN Harus Tahu Waktu!!


Hallo pemuda! Hallo pejuang UN2K17! Bagaimana kabar kalian? Sudah siapkah kalian untuk menaklukkan ujian? Alhamdulillah jika ada yang sudah. Bagi yang belum, kalian masih nunggu apa? Waktu kalian makin dekat lohh. Jangan sampai kalian menyesal karena belum melakukan apa-apa.

Apa sih yang harus kalian lakukan? Nahh yang harus kalian lakukan yaitu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bukankah sudah terlambat? Haii, jika mempunyai niat yang sungguh-sungguh, tidak ada kata terlambat. Pinter-pinternya kalian untuk memanfaatkan waktu bagaimana caranya dengan waktu yang sedikit ini dapat memperoleh hasil yang banyak.

Bagaimana bisa meraih mimpi jika kalian tetap diam tanpa melakukan apapun. Kalian adalah pemuda. Calon pemimpin bangsa. Negara ini butuh kalian sobat. Soal USBN, UN, SBMPTN, dan tes lainnya sudah menunggu untuk kalian kerjakan. Tetap ingin bersantai ria? Nggak mau kan kalau mendapat nilai jelek dan tidak diterima di perguruan tinggi?

Masih malas belajar? Malas merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Salah satu gangguan yang mendorong banyak pelajar untuk malas belajar adalah penyakit ini. Ya! Penyakit malas. Nahh bagaimana cara menghindari penyakit malas? Caranya yaitu dimulai dari diri sendiri. Ketika kalian malas belajar ingatlah bahwa ribuan pesaingmu saat ini sedang belajar dan bayangkan orang tuamu sedang bekerja memeras keringat demi mendapatkan uang untuk membiayai sekolahmu. 

Subhanallah! Masih pantaskah kita untuk memelihara rasa malas itu? Kalian disekolahkan oleh orang tua kalian agar kalian dapat mewujudkan salah satu cita-cita orangtua kalian. Yaitu kesuksesan kalian. Dapat dipastikan hanya itu yang diharapkan oleh seluruh orang tua. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya menderita. Bahkan banyak orang tua rela untuk menderita agar anaknya dapat bahagia.

Sekarang semua berpihak di tangan kalian. Bersediakah untuk mewujudkan cita-cita orang tua kalian atau berbuat sesuka hati kalian tanpa memikirkan orang tua kalian. Apa yang terjadi pada dirikalian bergantung pada usaha yang kalian lakukan.

Ujian semakin mendekat. Persaingan semakin ketat. Waktu kalian semakin sedikit. Bergeraklah. Berjuanglah. Berusahalah semaksimal mungkin. Jangan berhenti jika Allah belum menghentikannya. Mastatho’tum. Cobalah untuk menghargai waktu. Atur jadwal pada pagi hari dan lakukan evaluasi pada malam hari begitu pula seterusnya.

Sebesar apapun usaha kalian. Jangan sampai hati terputus pada Tuhan. Atur ulang niat. Niatkan hanya untuk Allah. Dekatkan hati pada Allah. Tambahlah waktu untuk berbicara dengan Allah. Berprasangka baiklah pada Allah karena hanya Allah akan menolong hambaNya jika hambanya bersedia untuk memohon kepadaNya.
spacer