Tampilkan postingan dengan label Aksara Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksara Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Investasi Pemuda Masa Kini

 
Mendengar kata pemuda, selalu merujuk pada perannya yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa. Pemuda menjadi ujung tombak suatu bangsa untuk bergerak ke depannya. Wajah beberapa tahun ke depan suatu bangsa ditentukan pada bagaimana pemuda membawanya. Menurut draft RUU kepemudaan, pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Jika dibandingkan dengan usia lain, pemuda memiliki berbagai kelebihan diantaranya fisik yang kuat, jiwa yang semangat, dan juga kecerdasan yang hebat. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa peran pemuda sangat dinantikan.

Melihat potensi besar yang dimiliki pemuda, akhir-akhir ini sering muncul kegiatan-kegiatan yang membutuhkan banyak perannya. Hal ini dilakukan oleh institusi pendidikan hingga jajaran pemerintahan. Mulai dari penelitian hingga kursi pemerintahan yang khusus disediakan untuk pemuda. Menurut banyak pihak, memang diperlukan wadah yang dapat menampung para pemuda untuk mengembangkan potensinya. Diperlukan investasi pemuda yang visioner sebagai penggerak perubahan bangsa. Dengan hal ini, negara khususnya Indonesia tidak perlu khawatir terhadap apa yang akan terjadi pada masa depan. Semakin banyak wadah yang disiapkan, maka semakin banyak pula hal-hal yang dapat dikembangkan.

Namun, di sisi lain masih banyak pula pemuda yang telah salah arah. Semakin luasnya akses, semakin mudah mereka memperoleh kebaharuan budaya. Pemuda adalah usia yang sangat mudah untuk dipengaruhi, sehingga seringkali mereka dijadikan sebagai target untuk memprovokasi. Baru-baru ini, Indonesia sedang berada pada kondisi yang tidak sehat. Diibaratkan banyak sekali penyakit bermunculan yang disebabkan oleh banyak pihak. Dari pemerintah hingga pemuda itu sendiri. Berawal dari resahnya masyarakat tentang beberapa keputusan pemerintah yang dianggap tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Pemuda yang berstatus sebagai mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, menjadi pelopor pergerakan untuk menegakkan keadilan. Mereka berbondong-bondong melakukan aksi untuk menyuarakan hak dan pendapat agar didengar oleh para penguasa pemerintahan. Ketika keresahan mulai bermunculan, hanya satu yang harus dilakukan, lawan! Itulah keputusan yang pemuda berikan.

Melihat permasalahan di negara sendiri, pemuda tidak akan tinggal diam. Gerakan demi gerakan akan selalu mereka lakukan. Namun, dalam memulai pergerakan ini rawan terjadi kesalahan. Seperti salah dalam pengambilan keputusan hingga saat memutuskan keberpihakan. Maka dari itu, diperlukannya dasar pengetahuan ilmu dan iman yang harus tertanam dalam jiwa seorang pemuda. Perlu kecerdasan spiritual agar segala yang mereka lakukan sesuai dengan aturan.

Pemuda, terutama mahasiswa memiliki peran dan fungsi sendiri. Dalam pelaksanaannya diperlukan kerjasama yang kuat agar mampu terwujud. Peran dan fungsi mahasiswa antara lain; pertama agent of change yakni agen perubahan, mahasiswa memiliki peran untuk membawa bangsanya ke dalam kebaikan. Mahasiswa-lah yang diharapkan untuk membawa perubahan. Kedua social control yakni menjadi kontrol sosial yang mengawal keadilan. Mahasiswa berhak menyerukan kebenaran, bergerak jika ada ketimpangan, dan mengapresiasi jika ada prestasi, ketiga iron stock yakni mahasiswa memiliki peran penting sebagai investasi penerus bangsa. Mahasiswa yang notabene pemuda akan menjadi penerus perjuangan generasi sebelumnya.  Dan yan keempat sebagai moral force yakni sebagai sumber kekuatan moral, baik buruknya suatu bangsa mampu dilihat melalui parameter moral pemudanya, hal ini karena dapat terlihat bagaimana kualitas bangsa dalam mempersiapkan generasi penerusnya. Dari keempat peran dan fungsi tersebut, sangat diperlukan bekal kecerdasan spiritual.

Salah satu hal yang menopang kecerdasan spiritual yakni sifat Al Amin yang berarti percaya, kepercayaan, dan dapat dipercaya. Pentingya sifat Al Amin karena dapat menjadi dasar agar setiap orang memiliki kecerdasan spiritual. Menjadi manusia yang dapat dipercaya merupakan hal yang tidak mudah. Diperlukan komitmen tinggi dan mampu mempengaruhi. Sifat ini harus dibiasakan sejak dini agar terus melekat dalam diri. Terutama bagi pemuda yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Kecerdasan spiritual dapat mengarahkan manusia pada tindakan kebaikan. Memahami posisi sehingga tepat dalam menentukan keputusan.

Kecerdasan spiritual juga akan mempengaruhi tingkat moral seseorang. Hal ini karena, kecerdasan spiritual akan mengisi kekosongan jiwa sehingga senantiasa melakukan hal kebaikan. Berpikir jauh dengan mempertimbangkan dampak baik dan buruk terhadap hal-hal yang akan dilakukan. Mengurangi sifat egois dan memperbanyak menebar kemanfaatan. Dan yang terutama rajin beribadah kepada Allah dan selalu melibatkan Allah dalam segala keputusan.

Dengan demikian, kecerdasan spiritual memiliki banyak sekali peran dalam peningkatan kualitas diri. Dapat juga menjadi tolok ukur ketaqwaan kepada Allah.Hal ini diperlukan peran penting orang tua dan guru untuk mendidik buah hati ataupun muridnya agar memiliki dasar kecerdasan spiritual sejak dini. Perlu ketelatenan khusus agar ilmu ini benar-benar melekat dalam diri. Tidak menurut kemungkinan, kecerdasan spiritual juga dapat dipelajari di lanjut usia. Namun, alangkah baiknya jika sejak dini dibekali dengan kecerdasan spiritual agar dapat menjadi pribadi yang baik.

“Aku bukan utara, aku bukan selatan, aku bukan timur, dan aku bukan barat. Aku adalah diriku sendiri yang berhak menentukan kemana arah mata anginya diriku sendiri”. Dari sepenggal kalimat di atas merupakan salah satu output dari kecerdasan spiritual. Mereka mampu cerdas dalam menentukan keputusan atas diri. Tanpa mudah dipengaruhi dan ikut pada arus yang tidak pasti. Mereka mampu mempertimbangkan baik dan buruk. Mereka senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah. Memiliki kecerdasan spiritual juga mampu menjadikan manusia yang berkarakter.

Kecerdasan spiritual akan membawa pada kebermaknaan hidup. Kemampuan ini membekali agar mampu melangkah bersama Allah. Hal ini bermaksud, dengan kecerdasan spiritual manusia mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitasnya. Melibatkan Allah dalam segala hal, akan membatasi hati saat melakukan sebuah kegiatan. Tentu saja mampu terhindar dari kelakuan yang tidak diinginkan dan membahayakan. Selalu merasa bahwa Allah itu dekat, sehingga mengurungkan niat jika hendak melakukan hal yang jahat.

Menjadi pribadi yang bermanfaat juga mampu dipengaruhi oleh kecerdasan spiritual. Dengan kemampuan ini, maka manusia cenderung menebar kebermanfaatan. Terhindar dari sifat egois dan apatis yang merugikan. Memperjuangkan keadilan, membantu jika ada teman yang kesusahan. Selalu gelisah jika ada ketimpangan, dan bersedia menegakkan kebersamaan tanpa ada rasa gentar, Berani menjadi garda terdepan dan mempertanggungjawabkan atas segala perbuatan.

Kembali pada peran dan fungsi mahasiswa, mereka dituntut untuk menjadi pelopor perubahan. Maka dari itu sangat diperlukan bekal kecerdasan spiritual agar segala perjuangan dapat tersampaikan. Kampus dianggap menjadi miniatur negara yang di dalamnya terdiri dari pemuda-pemuda berintelektual. Komposisi penduduk kampus terdiri dari pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan bermacam tradisi dan budaya. Hal ini rawan terjadi perpecahan di dalamnya. Maka dari itu, diperlukan bekal kecerdasan spiritual agar terhindar dari hal-hal yang menimbulkan perpecahan.

Keterlibatan pemuda dalam setiap keputusan juga seidkit riskan jika tanpa dasar, Karena notabene usia  muda merupakan usia dimana pencarian jati diri dimulai. Hal ini dikhawatirkan jika keputusannya masih lemah dan akan menimbulkan banyak kontroversi. Namun dengan dasar kecerdasan spiritual, diharapkan pemuda mampu menentukan keputusan dengan tepat dan sesuai yang diharapkan. Dengan kecerdasan spiritual, pemuda dapat berhati-hati saat akan melangkah sehingga sudah dapat dijajarkan untuk menentukan sebuah keputusan.

Sumber dari kecerdasan spiritual dapat diperoleh dari mana saja. Dunia pendidikan di Indonesia sudah memberikan muatan kecerdasan spiritual sejak dini. Orang tua juga sudah di sarankan untuk menanamkan nilai-nilai kecerdasan spiritual sejak dini pada anak-anaknya. Hal ini dapat diterapkan pada system formal maupun non formal. Pada system formal dapat diterapkan pada dunia pendidikan dari sekolah dasar hingga kampus besar. Selain itu, system non formal dapat melalui informasi dari orang tua maupun dari pendidikan islam seperti madrasah.

Dunia pendidikan menjadi peran penting dalam penanaman kecerdasan spiritual. Hal ini disebabkan karena ilmu yang diperoleh di bangku sekolah lebih efektif jika dibandingkan harus mencari tau sendiri. Dalam penerapannya, kecerdasan spiritual juga tidak dapat dilakukan dengan instan. Diperlukan keistiqomahan agar semakin baik ke depannya.

Peran orang tua juga menjadi peran penting dalam mengenalkan kecerdasan spiritual. Durasi waktu di rumah lebih banyak dibandingkan durasi di sekolah. Sehingga orangtua memiliki peran penting untuk menambahkan pengetahuan tentang nilai-nilai kecerdasan spiritual. Tidak hanya itu, jika hasil yang diharapkan dapat maksimal, maka orang tua sebaiknya juga memberi teladan kepada anak-anaknya. Karena anak cenderung mengikuti apa yang mereka lihat ketimbang apa yang mereka dengar. Maka dari itu, teladan yang baik dari orang tua menjadi penting dalam peningkatan kecerdasan spiritual anak.

Akhir-akhir ini pemuda menjadi target untuk menduduki jabatan tinggi dalam sebuah pekerjaan. Hal ini sangat diperlukan dasar kecerdasan spiritual yang tinggi. Agar dapat mengemban amanah yang baik, maka pemuda harus menerapkan sifat Al-amin dengan baik. Rasa kepercayaan seseorang dapat muncul jika memiliki pribadi yang dapat dipercaya. Jika sifat dapat dipercaya sudah muncul dalam diri pemuda, maka langkah selanjutnya yakni merawat kepercayaan. Hal ini tentu tidak mudah, namun tidak sulit pula, saat dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Merawat kepercayaan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu usaha-usaha agar tidak mengecewakan orang yang sudah meletakkan kepercayaannya kepada kita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara terus mengasah kecerdasan spiritual agar senantiasa terjaga dalam hal-hal yang merugikan. Dengan cara ini, tentu saja kita terjaga untuk melakukan hal kebaikan.

Pemuda yang baik adalah pemuda yang memiki jiwa yang baik pula. Karena posisi pemuda menjadi asset yang harus dijaga, maka diperlukan investasi pemuda sebanyak-banyaknya. Tentunya tidak sekedar investasi belaka, namun juga harus memperhatikan kualitasnya. Diperlukan investasi pemuda dengan kualitas tinggi. Agar ke depannya mampu menjadi asset yang dapat dibanggakan untuk kemajuan suatu negara.

Semakin hari perkembangan semakin melesat terjadi. Budaya, kebiasaan, hingga sifat sering mudah tertular dari berbagai situasi. Maka dari itu, diperlukan investasi pemuda masa kini agar menjadi aset penerus perjuangan tokoh di masa depan. Tentunya dengan berbagai potensi yang dimiliki. Salah satunya kecerdasan spiritual wajib tertanam dalam diri. Langkah ini menjadi langkah tersediri sebagai strategi masa kini. Dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki setiap pemudanya, diharapkan akan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.
spacer

Silent Reader

Tentang Menghargai

Tulisan ini dibuat karena sedang merasa tersindir akibat perlakuan diri sendiri. Jadi ceritanya, saya termasuk orang silent reader tapi selalu update info. Maksudnya gini, walaupun saya jarang muncul di group ataupun forum online, tetapi saya selalu memahami info-info baru. Iya karena saya silent reader. Saya baca tapi jarang memberi respon.
Pada perkumpulan tertentu, saya lebih memilih jalur personal chat daripada di group. Salah satu alasannya sih kurang nyaman dengan komposisi grup. Sebenernya sudah dipaksa, sudah berusaha memaksa, tapi sampai sekarang masih belum terbiasa.
Ini tidak baik ya!
Nah, tentang menghargai. Sejujurnya tidak ada seorang pun yang bersedia diperlakukan demikian. Termasuk saya.
Akhir-akhir ini mulai mencoba lagi. Sekedar merespon stiker, menjawab salam, hingga nulis di comment ketika dosen upload materi di Google Classroom. Ini suatu hal yang berat menurut saya.

Thats point! Hari ini ada pesan masuk di akun instagram yang sedang saya kelola. Bukan aku pribadi. Jadi, ada program yang saya buat yaitu post story tentang quotes dari tulisan saya, ya kadang-kadang ngutip dengan parafrase.

Pesannya panjang. Intinya ucapan terimakasih atas story quotes yang selama ini diposting pada akun yang saya pegang ini. Dia juga menyampaikan, sangat termotivasi tentang setiap bait kata"nya.

Membaca pesan ini. Benar benar benar benar saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Ternyata semudah ini ya membahagiakan seseorang. Hanya dengan ucapan terimakasih mampu meningkatkan kebanggaan yang luar biasa. Saya jadi berfikir, betapa menyakiti hati perilaku yang telah saya lakukan selama ini?
Tentang menghargai, ayo sama-sama kita perlajari.
spacer

Keep Writing Keep Inspiring



Yang muda yang berkarya. Pemuda identik dengan karya-karya yang begitu inovatif. Mengapa? Karena pada usia tersebut tingkat kreativitas dalam diri dapat mencapai puncak maksimal. Inilah salah satu keistimewaan dalam diri pemuda yang telah diberikan Allah. Nahh kita sebagai pemuda jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Lalu bagaimana caranya? Banyak sekali hal yang dapat kita lakukan. Salah satunya yaitu dengan berkarya. 

Hmm dalam porses berkarya tentunya harus menghasilkan suatu karya yang produktif. Lantas bagaimana jika kita ingin berkarya melalui sebuah aksara? Apakah hasil yang akan kita berikan guna menjadi seorang penulis yang produktif?

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia t
idak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ( Pramoedya Ananta Toer )

Jika ditelusuri lebih dalam sesungguhnya m
enulis merupakan suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan, apalagi jika dilakukan dengan melibatkan perasaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa hasil tulisan yang dicurahkan dengan mengikutsertakan hati memang lebih indah. Ketika hati telah beradu bersama emosi, segala angan memaksa untuk diluapkan. Ketika luapan tersebut dimanfaatkan, maka akan menghasilkan sebuah tulisan yang begitu menawan.

Tak jarang
orang yang menganggap pekerjaan menulis itu berat dan membosankan. Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan. Mereka umumnya bingung harus menulis apa dan untuk apa tulisan yang akan dibuatnya. Memang, jika orang menulis tanpa tujuan, tentu saja hasilnya akan sulit dan kurang memuaskan. Menulis harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai perencanaan yang jelas pula. Tulisan akan mudah dibuat jika kita sudah mempunyai perencanaan yang matang. Tetapi, perencanaan yang baik juga tanpa didukung dengan ilmu kepenulisan, maka tulisan akan menemui hambatan.

Masih ingatkah kita cerita ketika
para syuhada berjuang penuh dengan tetesan darah, menjunjung tinggi agama Islam, bahkan mereka rela kehilangan keluarga yang sangat mendukung jihad mereka. Selain itu, cerita Para Ulama, ilmuwan, professor yang berjuang melalui goresan pena. Ketahuilah bahwa tujuan mereka adalah sama. Hanya saja cara yang mereka lakukan adalah berbeda.

Menulis berarti merekam sejarah. Apa saja yang
telah kita tulis dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi yang akan datang. Melalui tulisan, ketika kita sudah tiada, maka kita bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi mendatang.


Nahh menjawab pertanyaan di atas, bahwa menjadi pemuda produktif salah satunya dapat dilakukan melalui sebuah tulisan. Karena boleh jadi tulisan yang kita goreskan dengan perlahan dapat mengubah wajah Indonesia. Tulisan kita dapat menginspirasi para pembaca sesuai target yang kita harapkan. Maka, jika ingin berkarya, menulis adalah salah satunya.
spacer

Pemuda Sebagai Agen Muslim dan Perubahan

Survei membuktikan bahwa mayoritas orang sukses berasal dari orang-orang yang pernah mengalami kegagalan, kesengsaraan, dan kepedihan. Ibarat kata orang besar tidak dilahirkan dengan cara yang mudah. Tentu berasal dari perjuangan-perjuangan yang besar pula. Mereka adalah orang-orang yang bersedia untuk melampaui mimpinya. Bertekad agar tidak hanya menuliskan namun juga mampu mewujudkan impian. Dengan perjuangan demikian akan menghasilkan pencapaian dengan kepuasan yang sangat berbeda.

Menjadi orang sukses tidaklah mudah. Namun tidak juga sulit bagi orang yang telah memiliki niat. Cukup berupa keniatan dari diri sendiri dan meniatkannya hanya karena Allah. Dengan memulai langkah karena Allah, maka dapat dipastikan Allah akan membantu segala kesulitan yang akan menghadang.

Tidak perlu menunggu tua ataupun lulus sekolah. Meraih kesuksesan harus dimulai dari sekarang. Saat ini. Pada detik ini pula. Takdir orang tidak ada yang mengetahui. So mulailah berjuang sekarang juga.

Bagaimana cara memulainya? Haruskah mencari pekerjaan? Tidak. Banyak jalan untuk meraih kesuksesan. Setelah memantapkan niat dengan benar, langkah selanjutnya adalah melaksanakan tugas. Allah telah memberikan amanah kepada kita agar kita dapat bermanfaat untuk orang lain. Sebagai pemuda, seharusnya kita dapat memaksimalkan tugas pada saat ini. Tugas ini sebagai salah satu realisasi untuk mewujudkan tugas lain yang telah bernaung pada pundak kita. Ya! Tugas tersebut merupakan pemuda sebagai agen perubahan. Pemuda tersebut adalah kita. So, tidak sepantasnya jika kita terus menerus duduk bersantai tanpa berkontribusi apa-apa. Di sinilah ladang perjuangan kita.

Dalam menjalankan berbagai macam tugas tersebut kita memerlukan pedoman yang tepat sebagai penuntunnya. Kebutuhan tersebut telah dipersiapkan oleh Allah untuk kita. Al-Qur’an. Dengan tegasnya dalam Al Qur’an surat Al Maidah:35 yang berarti “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Semua kesulitan yang akan kita lakukan akan terjawab oleh isi kandungan Al Qur’an. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Jika tidak ingin menyia-nyiakan fasilitas berharga tersebut, maka dekatilah. Dekatilah Al Qur’an. Pahamilah. Agar kita dapat memahami makna dalam setiap kandungannya.

Langkah selanjutnya adalah memantaskan diri sesuai isi kandungan Al Qur’an. Pemuda identik dengan kelabilan. Mudah berubah pada hal yang lebih menarik. Salah satunya adalah gaya hidup. Pergantian ke jaman modern sangat berpengaruh cepat bagi kehidupan para pemuda. Mereka berlomba-lomba untuk meng-update segala informasi agar tidak tertinggal dengan temannya. Dengan bekal kepahaman terhadap isi kandungan Al-Qur’an maka kita dapat menyaringnya. Islam tidak melarang penganutnya untuk mengikuti aliran jaman modern. Akan tetapi, islam memiliki batasan. Batasan-batasan tersebutlah yang menjadi penyelamatnya. Kita dapat menjadi pemuda modern akan tetapi tetap sesuai syariat. Menjadi pemuda yang visioner jauh ke depan pada era ini.

Hanya orang bodoh yang mengharapkan hasil berbeda dengan cara yang sama. Dunia ini ibarat lautan yang sedang dipancing. Dan pemancingnya adalah kita. Jika kita mengharapkan hasil pancingan yang lebih, maka kita harus melakukan usaha yang lebih pula. Tidak dengan berdiam diri seperti ketika memancing sebelumnya. Harus ada titik dimana kita memulai. Memulai hal-hal baru untuk menghasilkan karya-karya baru.

Mengerahkan segala ide untuk mendapatkan inovasi baru dalam memancing. Bisa mengubah umpan yang digunakan hingga berpindah lokasi untuk memancing. Seperti hidup kita. Dalam hidup harus ada langkah awal untuk memulainya. Semua bergantung bagaimana kita meniatkannya. Jika kita mengharapkan sesuatu yang baru setidaknya kita harus memiliki inovasi dan ciri khas yang dapat menghantarkan kita pada harapan tersebut.

Hal yang perlu ditekankan dalam mencapai kesuksesan adalah mengubah mindset kita. Dari pemikiran Impossible menjadi I’m possible. Sering muncul pertanyaan apa yang harus didahulukan, melaksanakan amanah dari Allah (Bermanfaat untuk orang lain) atau meraih kesuksesan?. Jawabannya adalah bergantung bagaimana kita memprioritaskannya. Ada orang yang mendahulukan peduli baru sukses. Ada pula yang sebaliknya.

Sesungguhnya hal tersebut bukan menjadi permasalahan. Namun, akan lebih baik jika kita memilih peduli sembari meraih kesuksesan. Dengan Rahmatan lil alamin kita dapat lebih mudah untuk mencapai kesuksesan. Sebab Allah akan menolong orang-orang yang bersedia melaksanakan perintahNya.

Bumi ini tercipta dari kepedulian. Sekolah diciptakan karena kepedulian atas kebodohan, Masjid diciptakan karena kepedulian atas umat islam. Alat transportasi diciptakan karena kepedulian atas kebutuhan manusia. Dan masih banyak lagi bukti bahwa segalanya berawal dari kepedulian.

Itulah berbagai macam kunci kesuksesan yang dapat kita praktekkan. Mulailah dari sekarang sebelum datang waktu penyesalanmu. Menjadi pemuda sebagai agen muslim dan perubahan.
spacer

Semua Tentang Tahsin Jilid 1-3



Apa yang kita anggap baik, belum tentu benar-benar baik. Apa yang kita yakini itu baik,  belum tentu selalu baik. Dan apa yang kita perkirakan baik,  belum tentu menurut orang lain adalah baik. Ya!  Hal tersebut hanyalah hakikat baik menurut pandangan kita. Dapat dipastikan akan berbeda menurut padangan orang lain.

Khususnya menurut Allah. Dengan Maha KebijaksanaanNya Allah telah mencantumkan dalam salah satu ayatNya. Pesan tersebut bermaksud bahwa boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal buruk bagimu, dan boleh jadi Allah menyukai sesuatu padahal baik bagimu. Keyakinan akan predikat baik akan lebih baik jika digabung dengan saran dari orang lain. Kuncinya terus membuka diri dan terus berusaha. Misalnya ketika ingin belajar Al-Qur'an. Pada kalangan remaja,  mayoritas teman-teman merasa malu untuk belajar lagi. Dengan ribuan alasan yang intinya mereka belum bisa menguasai rasa malu dengan diri sendiri. Jika tidak segera dihilangkan,  perasaan tersebut akan terus menetap dan dapat merugikan.

Terus berusaha dan selalu membuka diri. Membuang jauh-jauh rasa malu dan sombong.  Pada hakikatnya,  manusia hanyalah makhluk yang lemah. Lantas apa yang akan kita sombongkan? Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebaikan hanyalah milik Allah Yang Maha Esa. 

Nahh, Alhamdulillah kita pendaki#3 telah tersesat di jalan kebaikan. Jalan yang membawa pemikiran kita jauh melayang pada masa depan. Pertemuan yang membawa kita pada proses lebih dekat dengan Allah Yang Maha Esa.

Dalam prosesnya,  kita selalu diingatkan pada segala hal tentang kebaikan. Berbicara, berperilaku, hingga memperbaiki bacaan Al Quran. Semua kita ikuti dengan seksama. Tanpa ada rasa malu ataupun minder. Bersama-sama menyatukan segala perbedaan yang ada.

Tahsin merupakan metode yang diberikan kepada kita. Metode tersebut merupakan metode pertama kali diberikan kepada para pendaki. Tidak dapat dipungkiri bahwa komunitas ini merupakan komunitas yang berlandaskan agama islam. Maka dari itu,  pendekatan dengan Al Quran sangatlah diperhatikan.

Usia anggota pendaki#3 berkisar 16-18 tahun. Tak heran jika banyak dari kita telah memiliki bacaan yang lancar dan hafalan banyak. Namun, banyak juga yang sebaliknya. Perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang kita. Antusias untuk belajar pun tetap memiliki prosesntase yang sama.

Target pembelajaran tahsin mulai dari jilid 1-6. Setelah berjalan beberapa bulan sampai detik ini kita telah menyelesaikan jilid 1-3. Dari yang awalnya tidak tahu ilmu dasarnya,  sekarang menjadi tahu. Dan dari yang awalnya menganggap baik bacaanya, sekarang menjadi tahu kesalahan dasar yang selama ini kurang diperhatikannya. Kembali lagi pada perbedaan definisi baik menurut kita dan orang lain yang lebih mumpuni di bidangnya.

Jilid 1-3 mampu kita tuntaskan dalam waktu yang relatif tidak lama. Walaupun sering terhalang kesibukan, pembelajaran ini tetap kita usahakan agar maksimal.

Jilid 1 merupakan langkah pertama dalam pembelajarannya. Pengenalan huruf tunggal (Hijaiyah)  Alif-Ya, pengenalan huruf tunggal berharokat fathah A-Ya,  dan membaca 2-3 huruf tunggal berharokat fathah A-Ya. Dalam pengenalan tersebut,  kita telah mengetahui bebera sifat dari masing-masing huruf hijaiyah. Antara lain :

  • ا : JSi3 (Jahar, Syiddah, Istifal, Infitah, Ishmat)
  • ب : JSi2LQ (Jahar, Syiddah, Istifal,  Infitah, Idzlaq, Qolqolah)
  • ت : HSi3 (Hams,  Syiddah,  Istifal,  Infitah, Ishmat)
  • Ø« : HRi2 (Hams, Rakhwah,  Istifal, Infitah)
  • ج : JSi3Q (jahar,  Syiddah, Istifal, Infitah, Ishmat)
  • Ø­ : HRi3 (hams,  Rakhwah, Istifal, Infitah, Ishmat)
  • Ø® : HRit2i (hams, Rakhwah, Istilaq, Infitah,  Ishmat)
  • د : TSi3Q (Tawasud, Syiddah, Istifal, Infitah, Ishmat, Qolqolah)
  • ذ : TRi3 (Tawasud, Syiddah, Istifal, Infitah, Ishmat)
  • ر : JTi2LTrHr (Jahar, Tawasud, Istifal, Infitah, Idzlaq, Taqrir, Inhiraf)
  • ز : JRi3 + sF (Jahar, Rakhwah,  Istifal,  Infitah,  Ishmat)
  • س : HRi3 + sF (Hams, Rakhwah,  Istifal,  Infitah,  Ishmat, Shofir)
  • Ø´ : HRi3 + Tf (Hams,  Rakhwah,  Istifal, Infitah,  Ishmat, Tafasi)
  • ص : HL3i + sF (Hams,  Idzlaq, Istifal, Infitah,  Ishmat, Shofir)
  • ض : JL3i + Tl (Jahar, Idzlaq, Istifal, Infitah, Ishmat, + Istithalah)
  • Ø· : JS3iQ (Jahar,  Syiddah, Istifal, Infitah, Istifal, Infitah,  Ishmat)
  • ظ: JR3i (Jahar, Tawasud, Istifal,  Infitah, Ishmat)
  • ع : JTi3 (Jahar, Tawasud, Istifal, Infitah, Ishmat)
  • dll

Setelah memahami materi jilid 1, kita pun beranjak pada jilid 2. berbeda dengan sebelumnya, materi jilid 2 yaitu pengenalan harokat kasroh dan dlommah, fathatain,  kasrohtain dan dlommatain. Pengenalan huruf sambung Alif sampai Ya. Dan Pengenalan angka Arab 1-99.
Lembar demi lembar telah kita lahap habis ilmunya. Tentunya dengan kobaran api semangat yang begitu membara. Alhasil, membawa kita pada jilid 3. Pengenalan tanda baca panjang (Mad wajib muttasil dan Mad jaiz munfashil. Selain itu melanjutkan pengenalan huruf Arab 100-500.

Pembenaran-pembenaran dari anggapan baik kita selama ini digodhok habis-habisan. Meskipun sering terjadi kelemotan dapat penangkapan penjelasan. Sang mentor tetap meladeni problema yang terjadi. Saling mengingatkan dan peduli satu sama lain. Usaha tersebut kita lakukan demi kebaikan kita bersama.
spacer