Tampilkan postingan dengan label Aksara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Strategi Hemat Uang Ala Mahasiswa

Buat kalian mahasiswa yang sedang dilanda kegalauan karena merasa pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, maka sangat cocok untuk mencoba strategi-strategi hemat uang ala mahasiswa ini:

1. Mengikuti program beasiswa.
Sumber: pontianak.tribunnews.com
Dengan mendapatkan beasiswa, pemasukan akan bertambah sehingga tidak perlu khawatir kekurangan uang di tanggal tua. Namun, dengan beasiswa kalian harus lebih berhemat dan menggunakan uang beasiswa sesuai dengan semestinya. 

2.  Aktif dalam organisasi.
Sumber: erudisi.com
Ketika kalian aktif berorganisasi secara tidak langsung akan mendapat lebih banyak relasi dari berbagai macam kalangan. Hal tersebut dapat digunakan sebagai narasumber ketika kita sedang mencari pekerjaan sampingan. Dengan bekerja sama dalam berbisnis maupun menawarkan hasil bisnis.

3. Menghindari membeli buku baru.
Banyak sekali perpustakan yang menyediakan buku-buku berkualitas. Jika sesuai, tidak    perlu membeli baru. Kalian bisa memanfaatkan fasilitas kampus dengan meminjam buku di perpustakaan ataupun meminjam buku-buku dari kakak tingkat yang sudah tidak terpakai.

4. Pandai dalam memilih teman. 
Ketika kalian aktif berorganisasi secara tidak langsung akan mendapat lebih banyak relasi dari berbagai macam kalangan. Hal tersebut dapat digunakan sebagai narasumber ketika kita sedang mencari pekerjaan sampingan. Dengan bekerja sama dalam berbisnis maupun menawarkan hasil bisnis.

5. Bawa KTM.
Dimanapun berada, jangan lupa untuk membawa kartu mahasiswa atau KTM. KTM sangat berguna ketika kalian sedang berpergian karena dengan menunjukkan KTM ini, kita bisa mendapat sedikit diskon atau lain sebagainya.

Menjadi mahasiswa merupakan ladang mencari pengalaman. Salah satunya dalam mengatur keuangan. Dengan pengalaman memanagement uang ala mahasiswa, kelak ketika sudah melanjutkan ke jenjang berikutnya atau menikah, kita tidak merasa asing dengan langkah-langkah memanagement uang. Sehingga pengeloaan uang dapat berjalan dengan tepat.
spacer

Memilih Jurusan Kuliah


Sebelumnya kita dituntut untuk menentukan pilihan. Kita dihadapkan dengan berbagai pilihan di antaranya setelah lulus kita akan memilih bekerja ataukah melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika kita memilih bekerja, pilihan yang lain sudah menunggu untuk kita tentukan, yakni bekerja di mana dan sebagai apa. Selain itu, ketika kita memilih untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yakni kuliah, pilihan-pilihan yang sudah siap untuk kita tentukan pun akan serentak menghadang kita. Kuliah di mana dan mengambil jurusan apa.

Hidup adalah pilihan. Ketika kita menentukan sebuah pilihan secara bersamaan kita akan merelakan kehilangan pilihan yang lain. Barangkali apa yang telah kita pilih adalah buruk menurut Allah dan apa yang kita relakan adalah baik menurut Allah. Hanya Allah yang mengetahuinya. Maka, sebagai manusia kita diwajibkan untuk senantiasa berhati-hati atas suatu pilihan/keputusan.

Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (Al-'A`rāf):144.

Dalam potongan ayat tersebut tertera bahwa Allah telah menentukan sebuah pilihan beserta alasan-alasan yang mendukung pilihan tersebut. Walaupun dapat dipastikan segala yang telah dipilih oleh Allah adalah baik. Dapat diambil kesimpulan bahwa ketika kita menentukan pilihan pastikan memiliki alasan-alasan yang logis. Terutama untuk mendukung hakikat kita sebagai manusia. Menebar kebermanfaatan. Dan pastinya melibatkan Allah ketika hendak menentukan.

Seringkali kita menemukan curhatan-curhatan teman, kakak tingkat, ataupun saudara yang mengalami tragedi salah pilih. Sungguh jikalau saya yang merasakan mungkin ketidakberdayaan saya lebih hebat dari mereka. Semoga Allah memudahkan jalan saya. Aamiin. Bagaimana tidak, ketika mereka mengalami tragedi salah pilih jurusan, dengan segala keterpaksaannya untuk menuntaskan rangkaian proses menyandang gelar yang tidak diharapkannya. Mereka berjerih payah menyelesaikan tugas-tugas dari jurusan yang bahkan sama sekali tidak mereka suka. Ada yang bertahan adapula yang melawan. Mereka yang melawan nekat banting setir untuk mengakhiri segala penderitaannya dengan mencari jurusan yang sesuai dengan minatnya. Mereka yang bertahan mencoba menumbuhkan benih-benih cinta terhadap jurusan yang telah terpampang pada almetnya. Mereka tetap harus berjuang.

Hidup adalah perjuangan. Dan inilah waktu kita untuk mulai berjuang. Waktu kita untuk memilih sudah hampir habis. Untuk teman-teman yang belum menentukan pilihan, tentukanlah sekarang. Untuk teman-teman yang sudah memilih namun masih asal-asalan, maka mulai sekarang berfikirlah apa yang akan kalian lakukan untuk menebar kebermanfaatan dengan berdasar pilihan yang telah kalian tentukan. Jangan sampai kalian memilih hanya untuk keberlangsungan hidup kalian. Ingatlah bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Maka, berhati-hatilah dalam menentukan pilihan dan jangan sampai muncul penyesalan di akhir nanti. Memilih sebelum merelakan.

Kamu pelajar kelas 12? Memiliki mimpi untuk melanjutkan kuliah? Sudah yakin dengan pilihanmu? Atau malah belum menentukan pilihan? Hmm masih nunggu apa? Nunggu wangsit turun dari langit?? Hehehe. Ingat bahwa tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara instan. Tentunya membutuhkan perjuangan-perjuangan yang bisa dikatakan tidaklah mudah. Kita sebagai kelas 12 sebentar lagi akan melangkah menuju dunia yang fasenya lebih berat "katanya".

Satu contoh ketika kita telah memilih untuk melanjutkan belajar di dunia perkuliahan. Saat itulah kita dihadapakan dengan pilihan melanjutkan ke kampus mana dan jurusan apa. Tidak dapat dipungkiri bahwa menentukan pilihan di posisi ini adalah sulit. Bagaimanapun ini menentukan masa depan kita. Apa yang telah kita pilih itulah yang harus kita pertanggungjawabkan. Dan tentunya ketika kita telah menentukan sebuah pilihan berarti kita siap untuk merelakan. Jadi hendaknya memilih yang benar-benar kita sukai, Allah dan orang tua merihoi, dan tentunya kita sanggup untuk menjalaninya sebelum muncul penyesalan di akhir nanti.

spacer

Mahasiswa Rantau

Mahasiswa. Merupakan status yang tak biasa. Mengapa? Karena mereka adalah calon penerus bangsa yang bersedia untuk mengadu nasib untuk berlomba-lomba dalam mengoleksi ilmu. Merantau merupakan andalan seorang mahasiswa. Mereka ingin mengasah kemampuannya secara maksimal. Dengan merantau ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan akan lebih banyak dan luas. Hasilnya akan berbeda dengan mereka yang menyandang status sama akan tetapi tetap menetap di daerahnya sendiri. Apalagi mereka berasal dari kota kecil yang sangat mengharapkan uluran tangan dari potensi yang mereka miliki.

Oleh karena itu, banyak mahasiswa rela merantau menuju kota tetangga yang mengakibatkan jauh dengan orang tua, hidup harus mandiri, dan banyak sekali konsekuensi yang harus mereka tanggung demi mewujudkan keinginannya. Terpaan angin, guyuran hujan, dan sengatan panas matahari di kota tetangga mereka rasakan dengan hati senang. Beberapa mengeluh, namun dengan memngingat tujuan awal akan selalu membangkitkan semangatnya yang mulai rapuh.

Ketika berada di kota tetangga, mendapatkan teman yang cocok merupakan salah satu pendorong keberhasilan mereka. Mengapa? Karena teman sangat mempengaruhi sikap dan pemikirannya. Pandai dalam memilih teman sangat diperlukan dimanapun keberadaannya. Khususnya saat berada di kota orang. Cerdas dalam memilih teman. Bukan berarti mereka akan berlaku tidak adil di hadapan orang yang tidak dianggap teman, namun prinsip bercampur tapi tidak melebur harus melekat dalam pribadi mereka. Hal ini bermaksud bahwa teman bisa dengan siapa saja namun, pribadi tidak harus seperti siapa saja. Dalam diri seorang mahasiswa harus memiliki pedoman hidup yang kuat agar tidak mudah terpengaruh terhadap orang lain.

Kehidupan kampus, sering disebut dengan miniatur negara. Mahasiswa berasal dari seluruh penjuru Indonesia yang berkumpul menjadi satu almamater. Inilah yang menjadi salah satu tantangan menjadi seorang mahasiswa. Kemampuan untuk survive sangat diandalkan. Pandai dalam menyesuaikan diri. Bertahan di atas ribuan perbedaan yang kemudian akan bersatu menjunjung satu almamater yang sama.

Gemerlap cahaya di kota tetangga memang begitu memesona. Sorotan cahaya berkilauan mampu untuk sejenak melupakan kerinduan. Rindu akan kampung halaman. Demi berjuang meraih impian masa depan daerah asal yang menjadi kebanggaan.
Ribuan orang telah menyimpulkan. Merantau akan lebih menambah kecintaan kepada daerah asal. Daerah kebanggaan yang menjadi alasan beberapa mahasiswa bersedia untuk berjuang memeras otak di kota perantauan. Mereka ingin mewujudkan mimpi-mimpi yang telah direncanakan. Membangun kota kebanggaan. Kota yang menjadi saksi metamorfosa kehidupan. Daerah asal.

spacer

Tips Management Uang Ala Mahasiswa

Mahasiswa selalu identik dengan merantau, jauh dari orang tua, dan hidup di kosan. Oleh sebab ini, tentunya mereka dituntut untuk mampu mengelola keuangan dengan baik. Tidak semua mahasiswa memiliki skill dalam memanagement uang. Nah berikut adalah tips yang bisa diterapkan bagi kalian yang masih merasa kesulitan dalam memanagement keuangan:

  1. Meminta pengawasan dari orang tua. Hal ini penting dilakukan karena orang tua dapat mengingatkan kita ketika ada suatu hal.
  2. Mencatat pemasukan dan Pengeluaran. Hal ini sangat perlu dilakukan karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan setiap manusia dalam mengingat sesuatu memiliki batas masing-masing. Sehingga untuk mencari aman maka hendaknya dicatat.
  3. Menyisihkan sedikit  uang untuk jaga-jaga ketika ada suatu hal yang darurat. Menabung. Berat sih, tapi ini wajib kalian lakukan. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di depan. Hendaknya membiasakan diri untuk menyisihkan uang untuk jaga-jaga ketika ada suatu hal yang darurat. Seperti sakit, kecelakaan, kebutuhan kuliah dadakan yang harus dipenuhi pada waktu itu juga. Dengan menabung tentunya hal tersebut akan sedikit teratasi dengan menggunakan uang tabungan.
  4. Menabung untuk rencana yang akan dilakukan jauh-jauh hari. Jika ingin melakukan kegiatan yang membutuhkan dana, segera mungkin menyusun rencana jauh-jauh hari. Hal ini dimaksudkan agar kalian dapat menyisihkan uang khusus untuk memenuhinya. Seperti liburan bersama teman-teman atau membeli barang yang diinginkan.
spacer

Kuliah, Tapi Jangan Lupa Bahasa Daerah.


Seberapa besar kecintaanmu pada daerah asalmu? Apa yang telah kamu persembahkan untuk daerah asalmu? Dimanapun daerah asal kita. Sebagai seorang pemuda, sudah selayaknya kita memberikan sebuah persembahan untuk daerah asal tercinta ini. Daerah yang telah menjadi saksi hidup perkembangan kita.

Apa sih yang bisa dilakukan untuk daerah asal kita? Banyak sekali hal-hal yang dapat kita persembahkan untuk daerah asal kita. Asalkan kita bersedia dan memiliki niat yang benar-benar ikhlas, banyak sekali kontribusi nyata yang dapat kita lakukan. Sebagai pemuda yang sedang berproses dalam menuntut ilmu khususnya saat menjadi mahasiswa.

Berbicara mengenai mahasiswa, identik sekali dengan luar kota. Ya! Saat melanjutkan belajar seusai jenjang SMA, MA, maupun SMK kebanyakan kita akan melanjutkan ke Universitas – Universitas di luar kota. Nahh, saat menjadi mahasiswa itulah salah satu kesempatan untuk mempersembahkan sesuatu untuk daerah asal kita. Bagaimana caranya? Caranya cukup simple. Satu hal yang sering terlupakan saat menjadi mahasiswa yaitu melupakan gaya bahasa. Setiap daerah memiliki gaya bahasa yang berbeda. Hal tersebut menjadi ciri khas dari masing-masing daerah. Nahh kesalahan yang sering terjadi pada diri mahasiswa yaitu mereka mudah terpengaruh oleh gaya bahasa pada daerah tempatnya menuntut ilmu.

Sebagai pemuda, tentunya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk daerahnnya kan? Maka dari itu, jangan menjadi mahasiswa yang melupakan ciri khas daerah asalnya. Pertahankan identitas kita. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain. Pertajam jadi diri yang telah dimiliki. Berilah yang terbaik untuk daerah asal. Bangunlah komitmen dengan diri sendiri.

Menjadi mahasiswa memang tidaklah mudah. Banyak sekali tantangan yang harus kita perjuangkan. Jangan takut bersaing. Jangan takut banyak saingan. Jangan takut untuk menjadi bintang. Pada kalangan mahasiswa, mereka menyatakan bahwa tolok ukur mahasiswa dikatakan berhasil jika mereka dapat naik pesawat dan kuliah negeri dengan gratis. Ketika mereka telah mendapatkan kedua tolok ukur tersebut, mereka dapat membanggakan nama orang tua dan tentunya mengharumkan nama daerah asal.

Ketika hati telah terpaut pada daerah asal. Apapun yang akan kita lakukan pastilah demi mempersembahkan yang terbaik untuk daerah asal tercinta ini. Dimanapun kita menuntut ilmu, daerah asal sangat mengharapkan uluran tangan dari kita. So, tetap semangat dalam berproses dan berkontribusi untuk daerah asal. Jangan lupa pulang!


spacer

Macam-macam peran dan Fungsi Mahasiswa


Mahasiswa. Banyak sekali pemuda yang mendambakan posisi ini. Ya! Posisi mendapat gelar sebagai mahasiswa. Namun, banyak pula yang ketika telah menyandang gelar sebagai seorang mahasiswa mereka malah melepaskan begitu saja dengan berbagai alasan yang sebenarnya tidak pantas keluar dari pikiran seorang mahasiswa. Banyak tugas, jauh dari orang tua, dan lain sebagainya.

Untuk pemuda yang memang meniatkan dirinya mengabdi mencari ilmu ke jenjang setinggi-tingginya tentunya pikiran semacam itu mampu mereka tangkis dengan cepat. Menggantikan dengan keyakinan diri bahwa mereka bisa melampauinya. Meneguhkan hati bahwa selama mereka berada di jalan yang benar maka Allah akan senantiasa memberikan pertolongan.

Menyandang gelar sebagai mahasiswa memang tidaklah mudah. Mereka dituntut untuk berpikir lebih banyak dibandingkan dengan duduk di bangku SMA. Sebagai mahasiswa khususnya pemuda mereka telah memikul tugas yang berat bagi masa depan negaranya.

Tugas-tugas tersebut yang pertama yaitu menjadi agent of change (Agen perubahan). Saat menjadi mahasiswa mereka diberikan kebebasan dalam hal apapun. Kebebasan tersebutlah yang mampu mendukung tugas ini. Bagaimana kondisi masa depan Negara Indonesia bergantung pada bagaimana pemuda mengondisikannya. Menuju pada puncak kemajuan atau malah mengalami kemunduran.

Kedua yaitu social control. Pemuda bertugas untuk mengontrol kondisi sosial yang telah dan akan terjadi. Mengerakkan kepedulian antar masyarakat, menyelaraskan tujuan untuk saling tolong menolong, dan meningkatkan kehidupan sosial masyarakat.

Generasi penerus. Sebagai pemuda salah satu tugas yang mesti dipikirkan yaitu meneruskan perjuangan-perjuangan tokoh-tokoh yang telah berjuang dahulu. Mempertahankan kestabilan ekonomi, mempelajari budaya-budaya yang telah dimiliki, dan masih banyak lagi tangungjawab yang menghadang status pemuda. Bukan hanya meneruskan dan mempertahankan namun, mereka berkewajiban untuk meningkatkannya.

Yang terakhir yaitu gerakan moral. Mereka dituntut untuk memperbaiki moral anak bangsa. Meluruskan pikiran-pikiran yang telah berbelok kearah yang tidak dianjurkan. Dalam hal ini, pengetahuan agamalah yang harus dijadikan bekal.

Dalam dunia perkuliahan banyak sekali bermunculan komunitas-komunitas yang mengatasnamakan sosial. Karena notabene mahasiswa memang digembleng untuk mempunyai jiwa sosial yang tinggi agar ilmu yang telah didapatkan tidak berakhir dengan sia-sia. Salah satu aspek yang diharapkan yaitu setelah menyandang gelah sarjana dapat menebar manfaat sesuai bidangnya.
Mahasiswa identik dengan perantauan. Mayoritas mereka merantau di kota bahkan negara tetangga untuk mencari ilmu setinggi-tingginya. Mahasiswa yang hebat merupakan mahasiswa yang ketika pulang dari perantauan mampu memberikan sesuatu untuk daerah asalnya. Apapun bidangnya. Karena dimanapun daerahnya sangat membutuhkan raihan kepedulian dari tangan-tangan pemudanya.
spacer

Persiapan untuk Menjadi Mahasiswa


     
Teman sekaligus keluarga. Pendaki 3
Banyak yang beranggapan bahwa menjadi mahasiswa merupakan masa-masa yang paling indah. Dimana mahasiswa memiliki kebebasan dalam bentuk apapun. Kebebasan menentukan pilihan, kebebasan berpendapat di muka umum, dan lain sebagainya. Namun,tidak menutup kemungkinan anggapan demikian merupakan hal yang salah. Hal itu berlaku pada mereka yang tidak bisa memanfaatkan masa-masa ketika menjadi mahasiswa atau mereka yang mengartikan masa SMA lah yang paling indah karena dapat dilaluinya dengan mudah tanpa terhalang tantangan yang besar layaknya menjadi mahasiswa.

Nahh, bagi teman-teman yang menjadi pejuang UN 2017 atau yang akan melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, maka sangat membutuhkan bekal dan bimbingan dari siapapun mengenai persiapan terjun ke dunia perkuliahan. Hal tersebut sangat diperlukan agar dapat memanfaatkan waktu dengan tepat ketika telah mendapat gelar sebagai mahasiswa.

Setelah lulus SMA/SMK/MA kita akan dihadapkan dengan 2 pilihan. Yakni langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Disini siswa lulusan SMK mayoritas akan memilih untuk langsung bekerja. Karena notabene mereka memang dididik untuk menjadi siswa yang siap berkerja. Namun, tidak menutup kemungkinan ada yang memilih untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Pada pilihan kedua, yakni melanjutkan ke jenjang perkuliahan, lagi-lagi kita akan dihadapkan dengan beberapa pilihan lagi. Yakni melanjutkan ke Ikatan Dinas, Universitas, ataupun Institut. Apapun yang akan kita pilih, pastikan berguna untuk mendukung peran kita sebagai manusia, yaiti menjadi khalifah atau bisa dikatakan tetap dapat digunakan untuk mwnebar kebermanfaatan.

Menentukan pilihan merupakan hak kita. Maka manfaatkan dengan sebaik-sebaiknya. Misal kita ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Apa benefit yang akan kita dapat? Setelah lulus mau kerja apa? Mau jadi apa? Apa yang dapat kita berikan pada orang lain? Pastikan pertanyaan-pertanyaan simple yang bermunculan tersebut dapat kita jawab dengan tepat. Maka gunakan hak pilih kalian dengan sebaik-baiknya. Ketika memilih jurusan jangan asal pilih. Jangan karena keterpaksaan. Karena suatu hal yang tumbuh dari minat diri sendiri maka hasilnya akan lebih maksimal dari pada bwrdasar sesuai paksaan.

Ketika menjalani peran sebagai mahasiswa kita akan dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dalam dunia mahasiswa banyak sekali kriteria-kriteria mahasiswa antara lain mahasiswa :

  • Kupu-kupu
  • Kura-Kura
  • Kunang-Kunang
  • Kuda-Kuda
  • Kude-Kude
Mahasiswa yang bagaimanakah kita? 
Tentunya hanya kita yang dapat menentukannya.
Setelah lulus kuliah pun kita tetap akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang begitu banyak.

4 Garis besar pasca kampus :
  • Menjadi seorang yang profesional dalam bidangnya
  • Terjun ke dalam dunia akademisi (Mengajar)
  • Menjadi seorang peneliti
  • Menjadi seorang praktisi (Enterpreneur)
Berhasil atau tidak bergantung bagaimana kita menyikapinya. Ketika kita gagal. Jangan sekali-sekali kita menyerah. Karena Mahasiswa dididik untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah bukan menjadi mahasiswa yang gampang menyerah. Ketika kita gagal bukan berarti kita harus berhenti. Boleh jadi ini adalah tantangan dari Allah agar kita senantiasa berjuang di jalan Allah.

Dalam QS. Al-Baqoroh : 216 yang bermaksud bahwa boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal buruk bagimu. Boleh jadi Allah menyukai sesuatu dan itu baik bagimu. Maka, berprasangka baiklah kepada Allah. Karena di balik kegagalan, Allah telah menyiapkan suatu kebahagiaan.

Hilangkan rasa tinggi hati dalam diri kita. Kita diciptakan sebagai orang yang kekurangan. Lantas apa yang pantas untuk ditinggi hatikan?. Mari perbaiki diri. Yakinlah bahwa hati yang lembut akan terhindar dari rasa tinggi hati. Siapkan diri dengan betul sebelum terjun ke dalam dunia mahasiswa. Dunia yang akan lebih menantang. Dunia yang berbeda. Jadilah mahasiswa yang kritis, dinamis, berprestasi, istiqomah, dan mampu menjalankan peran sebagai mahasiswa yang sesungguhnya.
spacer